Apakah Dukun Benar-Benar Sakti?

Sambil komat-kamit mulut mbah dukun baca mantra.. Dengan segelas air lalu pasien di sembur..! Byur…! Lho, kok pikiran anda malah membaca sambil bernyanyi dalam hati? Ini bukan soal lagu mbah dukun yang dinyanyikan oleh penyanyi dangdut itu. Tapi artikel ini akan mengupas tentang kesaktian dukun yang masih banyak diperdebatkan di tengah masyarakat kita. Ada yang percaya dengan dukun, ada yang tidak percaya, bahkan ada yang sudah terlanjur jadi korban penipuan dukun-dukun palsu..!

Kalau membahas soal dukun memanglah sangat menarik sekaligus menggelitik. Bagaimana tidak karena faktanya dari orang miskin sampai yang sudah miliarder sekalipun ada yang percaya sekali dengan kemampuan seorang dukun. Saya akan bahas mengenai kesaktian dukun pada artikel ini dan bukan tentang dukun asli atau dukun palsu. Kalau tentang dukun palsu, sudah saya buat pada artikel lainnya dan bisa anda baca di “awas banyak paranormal palsu”.

Apakah dukun benar-benar sakti? Tentunya dukun yang menurut anda adalah dukun yang paling tenar dan paling mahal tarifnya. Soal kesaktian, sebaiknya kita definisikan dahulu kata “sakti” sebelum mengupasnya lebih jauh. Dalam kamus bahasa indonesia kata “sakti” didefinisikan dengan mampu melakukan sesuatu yang melampaui kodrat alam. Artinya orang sakti adalah orang yang mampu menembus batas-batas kemampuan manusia pada umumnya seperti tidak mempan dibacok, tidak basah walau terkena air hujan, atau bisa berada di banyak tempat dalam satu waktu, dll. Anda percaya ada manusia bisa seperti itu? Ah… Kebanyakan nonton film anglingdarma barangkali..!

Sakti adalah kata yang sebenarnya sangat luas untuk diartikan karena dari satu kata “sakti” ini bisa mewakili berbagai fenomena yang mungkin bisa dikatakan sebagai fenomena yang tidak masuk akal. Jika zaman sekarang keberadaan handphone hanya ada satu pasang saja, mungkin pemilik handphone itu adalah orang sakti. Ini artinya bahwa kita sebagai manusia memang memiliki kecenderungan untuk menyimpulkan sesuatu yang sulit dicerna dengan akal sehat sebagai sesuatu yang ajaib atau sakti. Contoh kecil, kalau saya sedang melakukan show hipnotis di depan teman-teman saya, tidak jarang saya mendapatkan pertanyaan “eh.. Lu belajar dimana dan pakai mantra apa?” atau “mas.. Saya ajarin ritualnya dong biar bisa hipnotis seperti itu”. Padahal jika dia mengerti bahwa untuk melakukan hipnotis kepada orang lain sangatlah mudah dan bisa dipelajari secara instan..! Tapi saya tidak menyarankan belajar yang instan. Kembali ke topik utama, kesaktian yang dimiliki seorang dukun pada dasarnya adalah hasil dari persepsi para pasiennya atau jika anda menganggap saya orang sakti, sebenarnya anda sendiri yang menyimpulkan hal itu. Saya sendiri tidak pernah merasa sakti. Tapi memang pada akhirnya banyak orang (dukun) yang makin senang ketika anda berpersepsi bahwa dia sakti. Karena dengan begitu, dia akan semakin mudah untuk melakukan proses sugesti (mempengaruhi) anda atau orang lain.

Sakti juga sangat sering dikaitkan dengan hal ghaib atau sesuatu yang tak kasat mata. Orang sakti adalah orang yang mampu mengusir jin. Orang sakti adalah orang yang mampu berkomunikasi dengan jin. Orang sakti adalah orang yang mampu melakukan mediasi dengan mahluk ghaib melalui mediator (orang yang dibuat kesurupan). Itu adalah beberapa contoh persepsi atau sudut pandang sebagian masyarakat kita. Lantas benarkah demikian? Apakah itu persepsi yang benar sesuai realita? Wah… Sepertinya anda kebanyakan nonton film akting “Dunia Lain” atau “Uka-Uka”. Kok film akting? Ya saya katakan film akting karena memang itu adalah AKTING BELAKA. Ga percaya? Silahkan googling faktanya atau anda telusuri sendiri.

Mengobati kesurupan adalah salah satu kemampuan orang sakti. Orang yang kerasukan setan atau jin hanya bisa disembuhkan oleh orang pintar atau orang sakti. Benarkah demikian? Faktanya saya sering kok mengobati pasien kesurupan. Fakta kedua adalah dari sekian banyak pasien kesurupan yang saya tangani, tidak ada satu pun yang terbukti ada setan atau jin nya..! Yang ada hanyalah dia mengalami gangguan psikologis yang disebut abreaction. Abreaction adalah luapan emosi yang meledak-ledak dan diambil alihnya kesadaran seseorang oleh pikiran bawah sadar secara spontan. Maka itu orang yang sering dianggap kesurupan seringkali seolah-olah tidak sadar saat melakukan berbagai tindakan.

Jadi sebenarnya apakah dukun benar-benar sakti? Menurut saya, kesaktian seorang dukun adalah mampu membuat pasiennya percaya dengan kemampuan dukun tersebut. Karena dibalik kesuksesan sang dukun, ada satu kata yang menjadi kunci utamanya yaitu “kepercayaan / keyakinan”. Tanpa kepercayaan atau keyakinan, seorang pasien atau klien dari dukun itu tidak akan mendapat efek positif. Fungsi dukun yang sebenarnya hanyalah sebagai pendorong motivasi dari si pasien yang memang rata-rata pasien hanyalah mengalami minimnya kepercayaan diri. Dukun tidak jauh berbeda dengan seorang motivator dan tokoh panutan. Dukun adalah sosok figur otoritas yang akan mampu memberikan sugesti kedalam pikiran bawah sadar anda jika anda percaya dengan dukun tersebut. Jika anda tidak percaya dukun, maka anda sudah pasti percaya kepada sosok motivator atau mungkin guru spiritual anda. Sama saja bukan? Hanya beda cara dan mantra..!

Jadi dukun sakti itu apakah menurut anda atau menurut dukun itu sendiri? Awas terjebak dengan persepsi anda sendiri..! Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Jika ada pertanyaan silahkan isi komentar.

 

Salam Inti Daya Indonesia

Ari Choirul Anwar

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.